UJIAN TENGAH SEMESTER
1. Jelaskan Latar Belakang Pendidikan Walawa, Kewiraan dan Pendidikan Kewarganegaraan !
Walawa
Walawa atau Wajib Latihan Mahasiswa (Reserve Officer Training Centre) mulai diberlakukan pada tahun 1968. Walawa merupakan bentuk kerjasama antara Departemen Pertahanan dan Departemen Pendidikan Kebudayaan. Diberlakukan di delapan Perguruan Tinggi Negeri yaitu Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Sriwijaya, Universitas Brawijaya dan Universitas Hasanuddin serta Universitas Sumatera Utara. Program ini diatur melalui Keputusan Menhankam No. Kep/B/32/1968, 14 Februari 1968, tentang pengesahan Naskah Rencana Realisasi Program Sistem Wajib Latih dan Wajib Militer bagi Mahasiswa. Operasionalisasi dari program ini didasarkan pada Keputusan Bersama Dirjen Pendidikan Tinggi dan Kepala Staf Komando Pendidikan Wajib Latih Mahasiswa (Kas Kodik Walawa) Nomor 2 tahun 1968 Walawa dibagi mahasiswa non-kedinasan sifatnya ekstra-kurikuler dan tidak wajib, sementara bagi mahasiswa kedinasan sifatnya wajib.
Kewiraan
Kondisi keuangan negara mengalami keprihatinan pada tahun 1973, Walawa digantikan dengan Latihan Kemiliteran untuk Persiapan Perwira Cadangan TNI atau juga dikenal dengan Pendidikan Perwira Cadangan (PACAD). Sifat pendidikan ini adalah ekstra kurikuler. Setelah Walawa ditiadakan ada dua bentuk latihan kemahasiswaan ini yaitu Pendidikan Kewiraan dan Pendidikan Perwira Cadangan (PACAD). Keduanya diadakan dengan level yang berbeda. Untuk Pendidikan Kewiraan biaya dibebankan sepenuhnya pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan ditujukan mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak sampai perguruan tinggi. Untuk di perguruan tinggi ini, pendidikan diikuti sebelum mahasiswa menempuh ujian Sarjana Muda. Hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan pengertian dan kesadaran mengenai Hankamnas
Pendidikan Kewarganegaraan
Merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia dan suku bangsa untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Pendidikan Kewarganegaraan mengalami perkembangan sejarah yang sangat panjang, yang dimulai dari Civic Education, Pendidikan Moral Pancasila, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, sampai yang terakhir pada Kurikulum 2004 berubah namanya menjadi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
2. Jelaskan Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia dari sejak Jaman kerajaan, Penjajahan, dan Kemerdekaan !
Nama Indonesia pertama kali dicetuskan saat Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928. Jauh sebelum itu wilayah yang kini disebut Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Nusantara. Berbagai kerajaan berada dalam wilayah Nusantara ini. Berbagai gejolak mucul seperti perang saudara akibat perbedaan keyakinan, serta rasa harsat untuk ingin menguasai daerah kerajaan laliinya.
Nusantara hampir tidak pernah
luput dari penjajahan bangsa asing. Sumber daya alam yang melimpah jadi
incaran. Bangsa Portugis di tahun 1509 berhasil menguasai wilayah Malaka,
Ternate dan Madura. Salah satu perlawanan yang dilakukan adalah dari Fatahillah
dari Demak yang berhasil merebut Sunda Kelapa dari Portugis yakni pada tahun
1602. Setelah Portugis, Belanda kemudian ke wilayah Banten dalam pimpinan
Cornelis de Houtman. Saat itu, Belanda ingin membentuk VOC dan menguasai
rempah-rempah Indonesia. Dalam membentuk VOC ada beberapa perjanjian yang harus
ditaati oleh Belanda seperti perjanjian Bongaya hingga perjanjian Giyanti.
Setelah VOC dibubarkan, Belanda akhirnya menunjuk Herman William Daendels
sebagai gubernur jenderal Hindia-Belanda. Di masanya, ia mempekerjakan paksa masyarakat
di Pulau Jawa bekerja untuk membuat jalur Anyer-Panarukan.
Belanda
menguasai Indonesia selama kurang lebih 350 tahun. Hingga akhirnya Jepang masuk
ke Indonesia dan menyerang Belanda hingga menyerah tanpa syarat. Pemerintahan
Jepang berakhir setelah 3,5 tahun menjajah dan berakhir ketika tentara sekutu
kalah pada Perang Dunia II. Selain itu dua kota di Jepang Hiroshima dan
Nagasaki dibom oleh tentara sekutu. Mengetahui Jepang kalah, kemudian dibentuk
badan BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Cosakai yang diketuai oleh Dr. Radjiman
Widyodiningrat. Setelah mendengar kekalahan Jepang pada 14 Agustus 1945,
golongan muda mendesak agar golongan tua cepat melakukan proklamasi
kemerdekaan. Dalam sejarah Indonesia proses kemerdekaan, terjadi peristiwa
Rengasdengklok yakni peristiwa penculikan Soekarno dan Hatta oleh golongan muda
untuk mempercepat pelaksanaan proklamasi.
Setelah kembali ke Jakarta, Soekarno dan Hatta mulai menyusun teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda dan dibantu oleh Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarno, B.M, Diah, Sudiro dan Sayuti Melik. Teks proklamasi pun akhirnya dibacakan pada 17 Agustus 1945. Sejarah Indonesia setelah merdeka ialah mengesahkan dan menetapkan Undang-undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia yang akhirnya dikenal masyarakat sebagai UUD 1945.
3. Jelaskan Apakah yang dimaksud dengan Negara Kapulauan, Negara Kesatuan dan Bhineka Tunggal Ika !
Negara Kepulauan
Pengertian Negara Kepulauan adalah suatu negara pulau yang wilayahnya terdiri atas satu gugus kepulauan besar atau lebih dan dapat mencakup pulau-pulau lain. Dalam Bab IV dari konvensi ini juga ditentukan bahwa kepulauan berarti suatu gugusan pulau-pulau yang termasuk perairan di antara gugusan pulau-pulau tersebut, dan wujud fisik lain-lain, yang hubungannya satu sama lainnya demikian eratnya sehingga gugusan pulau-pulau, perairan dan wujud alamiah lainnya tersebut merupakan suatu kesatuan geografi dan politik yang hakiki, atau secara historis telah dianggap sebagai satu kesatuan. Dengan demikian untuk menentukan wilayah sebuah negara kepulauan, dapat ditarik garis dasar/pangkal lurus kepulauan yang menghubungkan titik-titik terluar pulau-pulau dan karang-karang kering terluar kepulauan ini
Negara Kesatuan
Arti negara kesatuan adalah negara yang berdaulat, diselenggarakan sebagai satu kesatuan tunggal, di mana pemerintah pusat merupakan yang tertinggi serta satuan-satuan subnasionalnya hanya menjalankan suatu kekuasaan yang sudah dipilih oleh pemerintah pusat untuk didelegasikan. Bagian pemerintahan kesatuan ini diterapkan oleh banyak negara di dunia.
Dalam negara kesatuan hanya ada satu konstitusi, satu kepala negara, satu dewan menteri (kabinet), serta satu parlemen.
Bhineka Tunggal Ika
Berasal dari kakawin Karangan Mpu Tantular yaitu Kekawin Sutasoma yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu.
4. Jelaskan Sasaran yang ingin dicapai dalam pendidikan Kewarganegaraan!.
Menurut UU Nomor20/2003 tentang sistem pendidikan nasional jo. Pasal 35 UU Nomor 12/2012 tentang pendidikan tinggi, Sasaran Pendidikan Kewarganegaraan yang ingin dicapai agar peserta didik memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air serta untuk membentuk warga negara yang baik. Menurut SK Dirjen Dikti Nomor43/2006, Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan untuk menjadikan peserta didik yang menjadi ilmuwan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air; demokratis yang berkeadaban; menjadi warganegara yang memiliki daya saing; berdisiplin; dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem nilai Pancasila.
5. Jelaskan Tujuan dan latar belakang Wawasan Nasional serta Tujuan dan cita-cita Bangsa Indonesia.
Latar Belakang Wawasan Nasional
Ada beberapa alasan mengapa wawasan nasional sangatlah penting yaitu
a. Falsafah Pancasila
b. Aspek Kewilayahan Nusantara (Kondisi Geografis)
c. Sosial Budaya
d. Kesejahteraan
Dari 4 aspek tersebut menjadikan terbentuknya wawasan Nasional yang bertujuan untuk membentuk persatuan dan kesatuan wilayah Indonesia sehingga dapat terhindar dari perpecahan. Selain itu agar bisa menumbuhkan sikap toleransi satu sama lain agar sama-sama saling menghormati.
Tujuan dan Cita-Cita Bangsa Indonesia
Hal ini tertuang jelas dalam Pembukaan UUD NRI 1945 yaitu
a. Menghapus penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan
b. Membentuk Suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia
c. Memajukan kesejahteraan Umum
d. Mencerdaskan kehidupan bangsa
e. Ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Komentar
Posting Komentar