REVIEW JALUR PENDAKIAN PUNCAK BON 1852 MDPL VIA DUSUN BON DAN SEJARAH SINGKATNYA


Halo semeton. Selamat datang di Blog saya. Kali ini saya akan berbagi pengalaman pendakian saya dan adik saya saat Manis Kuningan,Minggu 21 November 2021. Untuk mengisi waktu luang, kami berdua memutuskan untuk mendaki salah satu puncak di Bali yang belum pernah kami lalui sebelumnya sekalian Tangkil untuk sembahyang di Pura Antap Sai atau yang di kenal dengan Puncak Bon.
 

Puncak Bon terletak di Desan Belok, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Lokasinya berada tepat di sebelah timur Puncak Penggilingan/Penggelengan atau sebelah Timur Laut Puncak Mangu (Gunung Catur). Untuk rute pendakiannya ada 2 jalur yaitu Jalur Dusun Bon dan Jalur Dusun Jempanang (sama-sama di Desa Belok).
 

Kali ini saya akan mereview rute Jalur Pendakian via Dusun Bon. Perjalanan di mulai dari Kota Denpasar pukul 06.00 hingga sampai di start point pukul 07.30 (sempet mampir foto - foto di Jembatan Tukad Bangkung ya). Untuk Start pointnya, itu ada simpang Y. Nah kita ke kanan masuk ke jalan Paving. Jadi jalan ini tidak masuk Google Maps ya. Lebih jelasnya bisa tonton Youtube Channel saya di link berikut https://youtu.be/VRMO-2V5EJo

Start pendakian kami mulai pukul 07.44. untuk jalurnya itu tunggal, jadi aman tidak akan nyasar deh. Tidak ada cabang sampai di puncak intinya. Untuk kontur medannya cukup lembab karena Hutan Tropis, 11, 12 seperti Rute Di Puncak Mangu, Tapak, Adeng, Lesung, Sanghyang, dan Batukaru.

Seperti biasa dimanapun ada pohon besar berisi canang, kami berhenti sejenak dan ikut menghaturkan canang sebagai bentuk permohonan ijin untuk diberi restu sampai ke puncak. Setelah 25 menit perjalanan, ketinggian 1540 MDPL kami menemukan satu pelinggih dan berisikan Bale Bengong yang masih rapi dan bersih. Jadi kami anggap ini POS 1 nya. Di sini kami rehat sejenak sambil melakukan persembahyangan.

Masuk di ketinggian 1600 MDPL sampai 1700 MDPL untuk rutenya benar benar nanjak super bak rute Gunung Pohen. Jadi selain menanjak, medannya juga ada tangga beton. Jadi lumayanlah memberi beban ke kaki. (FYI kami berdua belum makan pagi, karena hari raya sepanjang jalan Denpasar-Petang tidak ada warung nasi yang buka).

Masuk di ketinggian 1800 MDPL rutenya benar - benar sangat sangat landai, jadi udah gak ada nanjak - nanjak yang ektrim lagi. Sampai di Puncak di ketinggian 1852 itu pukul 08.50. Jadi kalau di hitung durasi naiknya cuma 1 jam 6 menit.

 
1 Jam di puncak, saya dan adik saya melakukan persembahyangan, rehat sejenak sambil melihat view Puncak Penggilingan dan laut di sebelah utara. Selanjutnya foto - foto dan bersih - bersih. Selama di puncak ini saya sempat terdiam dan merenung. Mengingat sejarah Puncak ini.

Jadi sejarahanya menurut rekan pendakian saya (Jadi ketemu di Puncak Penggilingan bulan lalu, beliau salah satu semeton dari Banjar Alangkajeng dan Puri Pemecutan). Beliau menyampaikan sejarah Puncak Penggilingan dan Juga Puncak Bon. Jadi dahulu, Danghyang Niratha berjalan menelusuri Bali dari Jawa Timur. Banyak tempat beliau yang dijadikan tempat pemujaan seperti Pura Pucak Tedung (Karena tedung beliau tertinggal di sana), Pura Perancak (Karena pisau kecil beliu tertinggal Di sana, nah ganggang pisau tersebut terbuat dari batang pohon Ancak), lalu Puncak Penggilingan (bersal dari kata “Eling”, jadi beliau ditempat itu ngelingang atau melihat atau mencium aroma wangi di sebelah timur) dan aroma wangi tersebut beliau kunjungi dan dinamakan Puncak Bon. Berasal dari kata “Bo” yang berarti wangi. (Kalau ada perbedaan kisah mohon komen dibawah ya, karena seperti yang kita tau Babad Bali itu berbeda - beda tergantung dari sumbernya).


Pukul 09.50 kami berduapun melanjutkan perjalanan kembali ke start point. Namanya kontur medan lembab ya pasti ada yang namanya pacet (lintah). Jadi kaki kiri saya pun terkena gigitannya. Selama perjalanan turun kami bertemu rombongan dari Marga Tabanan, dan juga Canang Sari Badung. Pukul 10.26 tidak terasa akhirnya kami kembali dan tiba di parkiran. Jadi kalau dihitung durasi turunnya cuma 36 menit. Perjalanan kali ini benar-benar diberkati karena di tengah musim hujan, cuaca selama pendakian benar-benar cerah.

Sekian review dari saya. Semoga bermanfaat ya. Untuk lebih akrab bisa di follow  ya sosial media saya,

Youtube : I Wayan Ariawan

Instagram : wayan_ariawan

Twitter : @WayanAriawan3

Facebook : Wayan Ariawan

Komentar

Posting Komentar